সোমবার, ১৯ আগস্ট ২০১৯
Saturday, 03 Aug, 2019 03:38:37 pm
No icon No icon No icon

Rusia Ingin PBB Meninjau Kembali Soal Aturan Robot Perang

//

Rusia Ingin PBB Meninjau Kembali Soal Aturan Robot Perang


Times24.net, MOSCOW : Rencana Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai aturan penggunaan senjata otonom alias robot perang mulai mendapatkan penolakkan. Rusia salah satu negara pembuat robot tempur menilai langkah PBB harus ditimbang lagi Pejabat tinggi Rusia mengatakan bahwa larangan akan menghentikan perusahaan teknologi untuk mengembangkan sistem AI sipil yang dapat menguntungkan jutaan orang.

“Menurut Federasi Rusia, kurangnya kerja dari sistem senjata semacam itu takan menjadi masalah utama. Tentu, ada preseden untuk mencapai kesepakatan internasional yang menetapkan larangan pencegahan terhadap jenis senjata yang prospektif,” tutur pejabat tersebut seperti dilansir dari Dailystar.

Elon Musk dari Tesla pada Agustus mendesak PBB untuk memberlakukan larangan global terhadap senjata otomatis sepenuhnya, menggaungkan seruan sama dari para aktivis yang telah memperingatkan bahwa mesin tersebut akan menimbulkan risiko yang sangat besar bagi penduduk sipil

Sebuah kelompok pelucutan senjata PBB yang dikenal sebagai Konvensi Senjata Konvensional Tertentu (CCW) pada Senin akan memulai pembicaraan yang berlangsung lima hari mengenai masalah itu di Jenewa.

Dipimpin, Duta Besar India untuk perlucutan senjata, Amandeep Gill, belum menghasilkan dalam bentuk larangan, atau bahkan sebuah pakta, tetap belum bisa diharapkan

“Akan sangat mudah untuk hanya membuat peraturan larangan tapi saya pikir … bersikap terburu-buru untuk masalah yang sangat kompleks tidak bijaksana,” kata dia kepada wartawan. “Kami baru di garis start.”

Senjata otonom adalah robot yang dirancang untuk melakukan serangan militer terhadap manusia atau instalasi tanpa intervensi dari operator manusia.

Seperti diketahui, Pemerintah Rusia memastikan telah membuat robot tempur yang mereka beri nama F.E.D.O.R. Robot ini dibuat untuk memiliki intelektual seperti manusia sehingga bisa memutuskan sendiri menyerang atau bertahan dalam situasi terdesak

Rusia mengklaim robot militer baru mereka dapat menembakkan senapan namun menegaskan bahwa ini bukan “pembunuh manusia”

Dalam rekaman video yang Pemerintah Rusia unggah Robot F.E.D.O.R. mampu menyetir mobil, menggunakan senjata dan dapat memperkerjakan pekerjaan manusia seperti ngebor tembok.

Robot F.E.D.O.R. nantinya akan dikirim ke luar angkasa, Rusia berharap bisa mengirim F.E.D.O.R. Ke ruang kapal tempur yang disebut Federasi yang masih dalam pengembangan.

Robot ini muncul karena Rusia berkeyakin Perang Dunia Ketiga akan terjadi, dugaan itu mencuat usai Pemeintah Presiden Donald Trump memuntahkan rudal ‘Mother’ rudal terbesar yang pernah diluncurkan. Apalagi situasi hubungan antara Amerika Serikat dan Rusia memanas.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) siap menjadi tuan rumah perundingan mengenai aturan penggunaan senjata otonom alias robot. Tetapi Presiden Rusia Vladimir Putin tetap akan melanjutkan robot pembunuh, meski ada larangan soal robot mematikan itu

এই রকম আরও খবর




Editor: Habibur Rahman
Dhaka Office : 149/A Dit Extension Road, Dhaka-1000
Email: [email protected], Cell : 01733135505
[email protected] by BDTASK